Latest

Menemukan Makna 'Rumah': Refleksi dari Drakor Because This is My First Life [REVIEW]

Merasa terlambat banget baru nonton drama yang udah dirilis 9 tahun lalu ini. Itu hal pertama yang aku pikirkan setelah nonton episode pertamanya. Awalnya iseng aja pingin nonton drakor yang ringan dan genrenya kayak slice of life gitu, sampai nemu saran dari google. Salah satu satu drama yang disarankan yaitu Because This is My First Life

Sebenarnya ada sedikit hal lucu sebelum aku menemukan drakor ini. Jadi, beberapa bulan sebelumnya aku pernah mencoba trend tiktok yang menanyakan ke chat gpt soal "berdasarkan pengalamanmu saat bicara denganku, aku minta diberikan nama seorang karakter dari film/series/buku yang kemungkinan akan jatuh cinta padaku". Dan ya, chat gpt memberi nama karakter Nam Se Hee untuku. Tapi setelah itu aku hanya membaca sekilas tentang karakternya lalu aku abaikan karena merasa konyol menanyakan hal seperti itu haha. 

Sampai akhirnya, aku benar-benar menonton episode pertama drama ini karena penasaran. Ternyata, drama yang mencampurkan genre komedi ini justru datang di saat kondisiku sedang sangat relate dengan ceritanya.  Menurutku kita sebenarnya nggak butuh instana atau griya tawang. Yang kita butuhkan hanya satu 'ruang' kecil yang aman, sebuah rumah atau sebuah kamar 19 yang membiarkan kita menjadi diri sendiri yang paling jujur.

Sinopsis

Kisahnya sendiri bermula dari perjalanan Yoon Ji ho (Jung So Min), seorang asisten penulis yang menemukan dirinya menjadi tunawisma dalam semalam. Di usia yang harusnya sudah "mapan", Ji ho justru tidak mempunyai tempat tinggal, uang, bahkan mimpinya terasa makin jauh. 

Di sisi lain, ada Nam Se hee (Lee Min ki), seorang desainer IT yang sangat kaku, logis, dan terlihat tidak punya emosi. Hidup Se hee hanya mengutamakan tiga hal yaitu pekerjaannya, kucing kesayangannya, dan cicilan rumahnya yang baru akan lunas dalam waktu 30 tahun. Bagi Se hee, memiliki rumah adalah segalanya, meskipun itu berarti dirinya harus hidup sangat hemat dan menutup diri dari dunia luar.

Kemudian takdir mempertemukan keduanya melalui ketidaksengajaan yang unik. Se hee membutuhkan penyewa kamar untuk membantunya membayar cicilan rumah, sementara Ji ho membutuhkan atap berteduh dengan harga yang terjangkau. Karena adanya kesalahpahaman soal jenis kelamin, mereka akhirnya tinggal satu atap.

Puncaknya, demi memenuhi kebutuhan masing-masing yaitu dimana Ji ho butuh keamanan tempat tinggal, sementara Se hee butuh "asisten" rumah tangga yang terpercaya maka keduanya memutuskan untuk melakukan pernikahan kontrak. Kesepakan itu didasari tanpa adanya cinta dan murni hanya karena kontrak kerjasama untuk saling menyelamatkan hidup masing-masing.


Rumah dan Kamar 19

aku tersadar bahwa drama ini tidak hanya membicarakan kontrak sewa menyewa biasa. Melalui sebuah referensi buku yang dibaca oleh Yoon Ji ho berjudul To Room Nineteen, aku diajak memahami sisi terdalam dari sebuah 'Rumah'.

Dalam buku itu, ada sebuah konsep yang disebut 'Kamar 19'. Ji ho menjelaskan bahwa setiap orang tidak peduli seberapa dekat dia dengan pasangannya, mereka tetap membutuhkan sebuah ruang rahasia yang tidak boleh dimasuki oleh siapa pun. Sebuah tempat dimana kita bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya. Bagi Ji ho, memiliki rumah bukan sekadar punya atap untuk berteduh. Rumah adalah tempat yang membiarkan dia memiliki 'Kamar 19' nya sendiri.

Menariknya, Nam Se hee adalah sosok yang sangat menghargai privasi itu. Dia kaku dan terlihat dingin, tapi sebenarnya dia itu adalah orang yang paling ngerti kalau setiap manusia punya luka dan pintu yang ingin mereka kunci. Mereka tidak saling memaksa untuk terbuka, mereka hanya saling menunggu di depan pintu sampai masing-masing merasa siap untuk keluar dari sana.

Siapa sangka kekonyolan ku bertanya dengan chat gpt soal karakter yang mungkin jatuh cinta padaku, berakhir jadi life reflection gini hahaha.

Bagiku, ini salah satu definisi cinta yang sangat dewasa yang pernah aku tonton di drakor. Dimana mencintai seseorang itu bukan berarti kita harus menguasai seluruh hidupnya, tapi tentang bagaimana kita menjadi 'Rumah' yang aman bagi 'Kamar 19' untuk satu sama lain. 

"Jangan terlalu khawatir. Hanya karena kamu telah melewati kemarin bukan berarti kamu tahu segalanya tentang hari ini" - Yoon Ji Ho

Terima kasih yang sudah mau mampir dan ikut mengintip 'Kamar 19' ku, Pagi Terbenam.

 


Menemukan Makna 'Rumah': Refleksi dari Drakor Because This is My First Life [REVIEW] Menemukan Makna 'Rumah': Refleksi dari Drakor Because This is My First Life [REVIEW] Reviewed by Pita on April 28, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar

About