Review Drama If Wishes Could Kill: Kutukan Aplikasi "Girigo"
Setelah sebelumnya hanya bahas drakor yang genrenya slice of life, akhirnya kali ini aku akan mengulas horor supranutral. Drakor ini masih fresh banget dan lagi nangkring di top 1 Netflix Indonesia setelah dua hari dirilis. Judulnya If Wishes Could Kill.
Toleransiku sama horor di usia dewasa ini cukup bagus sih ya. Jadi nggak kayak pas masih kecil, yang setelah nonton suka kebayang-bayang terus sampe tidur atau yang jadi takut tiap pergi ke ruang sepi sendirian wkwk. Kalau sekarang nggak sampe segitunya, walaupun ya pasti bakal tetap kaget tiap ada jump scare dan aku tetap merasa ngilu dan merinding tiap liat scene gore gitu. Bisa dibilang sekarang perasaan takutnya cuma muncul pas lagi nonton aja, nggak sampai setelahnya.
Okay sebelum kita ulas dramanya, bisa cek dulu detail dramanya berikut.
Detail Informasi
- Judul: If Wishes Could Kill
- Platform: Netflix
- Jumlah Episode: 8 Episode
- Durasi: Rata-Rata: 45 menit/episode
- Genre: Horror, Supernatural, Mystery, Thriller
- Pemain: Jeon So Young (Yoo Se Ah), Kang Mi Na (Lim Na Ri), Jeon So Nee (Ha Sal/Kang Ha Young), Lee Hyo Je (Choi Hyeon Wook), Kim Si A (Do Hye Ryung), Baek Sun Ho (Kim Geon Woo), Hyun Woo Seok (Kang Ha Joon), Choe Ju Eun (Kwon Si Won), Roh Jae Won (Bangwool)
Sinopsis
Drama ini mengikuti kehidupan lima siswa SMA di Seorin High School yaitu Yoo Se Ah, Kim Geon Woo, Im Na Ri, Kang Ha Joon, dan Choi Hyeong Wook. Hidup mereka berubah saat menemukan aplikasi misterius bernama “Girigo”, yang bisa mengabulkan keinginan apa pun. Awalnya mereka tidak percaya, hingga Hyeon Wook mencoba menggunakannya dan keinginannya benar-benar terwujud.
Namun, tak lama kemudian muncul hitung mundur menuju kematiannya, membuat yang lainnya sadar bahwa setiap keinginan memiliki harga yang mengerikan yaitu nyawa mereka sendiri.
Se Ah, yang merasa ada yang tidak beres dengan kematian Hyeon Wook, berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pencariannya membawa Se Ah bertemu dengan Ha Young, kakak dari Kang Ha Joon yang merupakan seorang dukun. Ha Young memegang peran kunci karena dialah yang membantu dan membimbing Se Ah untuk bisa masuk ke dunia arwah demi memutus rantai kutukan tersebut. Se Ah harus berhadapan dengan asal-usul kutukan yang melibatkan Kwon Si Won dan Do Hye Ryung, sambil berusaha menyelamatkan dirinya dan teman yang lain sebelum aplikasi itu kembali memakan korban.
Review
(Reminder: Mungkin Mengandung Spoiler)
Secara ide cerita, aku suka banget dengan genre horor yang masukin elemen perdukunan (shamanism). Kalau dalam konteks drama ini ngambil konsep perdukunan khas korea yang berkaitan dengan kepercayaan roh, arwah penasaran, dan ritual untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual. Nah yang bikin drama ini unik adalah mereka memadukan elemen dan unsur itu dengan teknologi modern. Kalau biasanya mau bikin permintaan atau harapan instant datangnya ke dukun, kalau ini cukup instal aplikasi aja udah bisa terwujud. Tapi sama kayak praktiknya perdukunan, aplikasi ini juga punya "harga" yang harus dibayar.
Alur ceritanya menurutku tipe yang sat-set alias nggak bertele-tele. Isinya cuma 8 episode, jadi ceritanya terus maju dan temponya lumayan cepat tanpa banyak adegan yang lama-lamain durasi. Aku sendiri nonton ini sehari aja, 5 episode pas siang terus 3 episode lagi pas malam. Awalnya aku sempet ragu lanjutin ini buat ditonton malam atau enggak. Gimanapun ini tetep horor bro, sugesti dan perasaan-perasaan takut itu tetep ada wkwk. Tapi pada akhirnya aku tetep lanjutin nonton malam masih di hari yang sama, karena merasa kayak nanggung aja buat dilanjutin besok. Memang se sat-set itu sih, tipe drama yang bikin penasaran buat lanjutin ke episode selanjutnya.
Soal horor gak afdol tanpa adanya jumpscare. Untuk drakor ini menurtuku jumpscarenya memang cuma bumbu aja. di beberapa bagian ada jumpscare tapi bukan tipe yang tiba-tiba muncul hantu gitu loh, tapi buat aku tetep bikin kaget sih.
Puncak paling tegang, kaget dan mencekam itu ada di episode 3 sih. Semua perasaan itu aku dapet banget pas nonton Se Ah yang masuk "ruang kutukan" semacam dunia arwah. Penggambarannya keren banget dan super horor, disisi lain karena pakai momen-momen traumatisnya Se Ah bikin episode ini agak emosional. Terus kita juga kesannya kayal diajak main tebak-tebakan soal ini udah masuk dunia nyata atau belum. Pokoknnya di episode ini bikin deg-degan banget.
Untuk adegan gore, ini udah langsung keliatan dibagian awal nonton. Dengan durasi dan jumlah episode yang segitu, scene gorenya bisa dibilang lumayan banyak muncul. Untuk aku sendiri gore di drama ini termasuk serem ya, mungkin karena kebanyakan tindakan melukai diri sendiri. Detailnya juga jelas banget dan sangat bercucuran. Jujur aku setiap nemu adegan ini rada nutup muka sampai ngintip-ngintip gitu sih. Jadi memang se ngilu itu.
Dari keseluruhan ada beberapa poin yang jujur bikin aku penasaran dan kerasa agak "ngambang" terutama di bagian akhir drama, yaitu soal Lim Na Ri. Kasus dia ini sebenarnya jauh lebih kompleks dibanding Hyeon Wook yang padahal sama-sama pakai "Girigo". Kalau Hyeon Wook berakhir mati tepat selama 24 jam berakhir, Na Ri malah bisa bertahan jauh lebih lama dari itu. Dia juga dirasuki berkali-kali oleh "arwah gentayangan". Yang paling aku bingungkan dia bahkan bisa masuk "ruang kutukan" dan disana dia lagi jadi dirinya sendiri bukan dirasuki. Terus nasib Na Ri di dunia nyata kayak nggak dijelasin, dia mati atau hilang gitu aja nggak ada di kasik tau. Kesannya kayak ceritanya memang belum benar-benar selesai buat dia.
Nah ada alasan untuk kebingungan itu, ada epiloge yang merujuk dengan kemungkinan bakal ada season 2 nya. Nunjukin teman Discord nya Hyeon Wook nemuin HP punya Na Ri. Kayaknya disini kelihatan kalau arwah Na Ri terjebak di "ruang kutukan" dan kemungkinan besar bakal jadi pusat kutukan yang baru.
Prediksiku, di Season 2 nanti Na Ri bakal jadi antagonis utamanya. Ini mungkin bakal lebih nyesek sih, karena lawan yang harus dihadapi Se Ah itu temannya sendiri yang sekarang penuh dendam. Jadi, Se Ah belum benar-benar menang dan mungkin ceritanya bakal jauh lebih personal nanti.
Rating Pribadi: 8.5/10
If Wishes Could Kill cocok banget buat kamu yang suka drama horor dengan konsep yang beda dari biasanya. Kalau kamu tipe yang suka cerita misteri, supernatural tapi dibungkus dengan hal modern, terus tahan sama adegan agak gore dan jumpscare, kemungkinan besar kamu bakal enjoy nonton ini.
Tapi kalau kamu lebih suka drama yang ringan, happy ending,
atau horor yang nggak terlalu intens, mungkin drama ini bakal terasa agak berat
dan bikin nggak nyaman di beberapa bagian.
x
Reviewed by Puspita Murdani
on
Mei 04, 2026
Rating:



Tidak ada komentar