Latest

Review Drama You and Everything Else: Pemenang Best Drama Baeksang Yang Bikin Emosi Terkuras

Poster drama You and Everything Else

Sejujurnya, aku menonton You and Everything Else tanpa ekspektasi besar sama sekali. Bahkan aku nonton ini bukan karena lagi viral atau sering muncul di timeline sosmed. Malah kebalikannya, drama ini rasanya cukup underrated, iya nggak sih? entah apa karena Netflix promosinya kurang mungkin ya. Aku hampir nggak pernah lihat orang membahasnya, jadi lebih ke nggak tahu drama ini exist pas periode masa rilisnya. 

Sampai akhirnya aku ingat Namjoon (RM) pernah merekomendasikan drama ini. Tepatnya di Weverse, waktu itu ada seorang fans yang bertanya rekomendasi tontontan drakor. Karena lagi bingung cari drakor baru dan kurang tertarik sama drama on going waktu itu, akhirnya aku coba aja nonton ini tanpa ekspektasi apa-apa.

Dan jujur… aku nggak nyangka bakal sesuka ini.

Bahkan setelah selesai menonton, aku merasa ini jadi salah satu drakor terbaik yang pernah aku tonton. Jadi pas drama ini menang best drama di Baeksang Arts Awards, aku merasa "ini deserve banget sih"

Informasi Drama

Judul: You and Everything Else (2025)
Genre: Melodrama, Friendship, Psychological
Jumlah Episode: 12 Episode
Pemain Utama: Kim Go Eun, Park Ji Hyun, Kim Gun Woo
Platform: Netflix / TVING


Persahabatan yang Indah Tapi Juga Menyakitkan

Hal paling kuat dari drama ini jelas ada di hubungan Eunjung dan Sangyeon.

Hubungan mereka sulit kalau dijelaskan secara sederhana. Mereka bukan sekedar sahabat, tapi juga bukan hubungan yang bisa disebut sehat sepenuhnya. Rasanya kayak dua orang yang sangat mengenal satu sama lain sampai ke bagian paling dalam, tapi di saat yang sama juga paling mampu menyakiti satu sama lain. Dan itu yang bikin hubungan mereka terasa emosional banget buat ditonton.

Kadang mereka terlihat seperti dua orang yang saling menyelamatkan. Tapi di waktu lain, mereka juga terasa kayak jadi sumber luka untuk satu sama lain.

potongan scene dalam You and Everything Else


Jujur, selama nonton aku terus dibuat bingung sama karakter Sangyeon. Rasanya kayak diajak main rollercoster emosi. Dia ini bener-bener jadi salah satu karakter yang paling bikin aku deg-degan sepanjang drama.

Di awal aku sempat curiga sama dia. Ada aura yang bikin aku terus hati-hati sama semua tindakannya. Terus beberapa episode kemudian aku mulai merasa, “oh ternyata dia memang tulus.” Tapi nggak lama setelah itu dia malah melakukan sesuatu yang bikin kesel lagi.

Dan siklus itu terus berulang sepanjang drama.

Kadang dia terlihat baik banget. Kadang terasa egois. Kadang nyakitin. Tapi kalau dipahami, drama ini memperlihatkan kalau ternyata dia juga penuh luka dan rasa kesepian.

Aku rasa itu yang bikin karakter Sangyeon terasa nyata banget. Dia bukan karakter yang sepenuhnya baik atau jahat. Dia cuma seseorang yang emosinya berantakan dan nggak selalu tahu cara mencintai orang lain dengan benar.

Drama yang Capek Secara Emosional

Nonton drama ini jujur menguras emosi banget. Setiap karakter disini menyimpan luka dan kesepiannya masing-masing. Bahkan pas ada adegan yang kelihatannya hangat atau adem ayem gitu, tetap ada rasa sakit yang diam-diam di baliknya.

Aku juga beberapa kali merasa ikut masuk ke posisi Eunjung maupun Sangyeon. Sebagai penonton, rasanya gampang banget memahami kenapa Eunjung pingin menjauh dan membenci Sangyeon. Tapi di sisi lain, aku juga ngerti kenapa dia nggak pernah benar-benar bisa melepaskannya Sangyeon dari hidupnya.

Karena mereka terlalu mengenal satu sama lain.

Dan menurutku, itu yang membuat hubungan mereka terasa sangat toxic tapi juga sulit buat diputus. Mereka seperti saling menjadi rumah sekaligus sumber luka dalam waktu yang bersamaan.

Ngetik ini sambil bayangin lagi momen-momen mereka di drama aja rasanya sesak. 

Kisah Kakak Sangyeon yang Ternyata Jauh Lebih Tragis

Salah satu bagian yang paling nggak aku ekspek adalah cerita tentang kakak laki-laki Sangyeon. Dari awal, kematiannya memang dibangun kayak misteri besar. Aku sempat mengira alasan dia bunuh diri karena ditentang orang tua soal hubungan pacaran.

Tapi ternyata alasannya jauh lebih menyakitkan.

Fakta bahwa dia pingin menjadi perempuan membuat cerita ini berasa jauh lebih tragis dibanding yang aku bayangkan. Drama ini kayak  memperlihatkan bagaimana seseorang bisa hidup sambil memendam identitas dan rasa kesepian yang nggak pernah benar-benar dipahami sama orang lain.

Bagian ini juga bikin aku nangis banget. Karena rasanya sedih ngeliat seseorang menyimpan luka sebesar itu sendirian.

Sangyeon dan Egonya yang Menyakitkan

potongan scene dalam You and Everything Else


Kalau dipikir-pikir, Sangyeon memang karakter yang paling laknat di drama ini. Terutama soal pekerjaan sebagai penulis drama dan gimana dia memperlakukan Eunjung. Ada beberapa keputusan yang benar-benar bikin aku super kesel ke dia.

Drama ini juga selalu berhasil buat aku kembali memahami dia nggak lama kemudian. Disinilah aku merasa kalau dari segi penulisan cerita, drama ini hebat banget. Karena drama ini berhasil buat aku sebagai penonton untuk nggak sepenuhnya membenci atau memaafkan Sangyeon

Entah udah keberapa kalinya aku mengulang bahas karakter dia disini, karena karakternya susah banget buat dilupakan.

Eunjung yang Selalu Berusaha Memahami Sangyeon

potongan scene dalam You and Everything Else


Semakin lama aku menonton drama ini, semakin aku merasa kalau karakter yang paling kasihan sebenarnya adalah Eunjung.

Padahal dari awal, dia cuma pingin menjadi sahabat yang baik untuk Sangyeon. Bahkan dari masa SMP mereka, Eunjung kelihatan benar-benar bahagia punya sosok sahabat seperti Sangyeon di hidupnya.

Tapi yang paling menyakitkan adalah Sangyeon nggak pernah benar-benar jujur ke Eunjung. Banyak konflik besar di drama ini sebenarnya lahir dari ketidakjujuran, kesalahpahaman, dan komunikasi yang nggak pernah benar-benar selesai di antara mereka.

Karena nggak tahu apa yang sebenarnya dirasakan Sangyeon, Eunjung beberapa kali jadi terlihat seperti pihak yang “jahat”. Padahal dia selalu mencoba memahami Sangyeon, bahkan tiap Sangyeon berkali-kali mendorongnya menjauh.

Yang bikin lebih nyesek lagi, Sangyeon justru lebih sering membuka dirinya kepada Sanghak dibanding kepada Eunjung sendiri. Padahal Sanghak adalah pacar Eunjung sekaligus orang yang diam-diam disukai Sangyeon.

Aduhh kalau bahas hubungan mereka bertiga ini juga bermasalah banget dan super rumit. Bikin pusing dan bikin kesel juga. Tapi di momen ini aku tetap merasa yang salah sebenarnya Sangyeon sih. Dia dengan keegoisannya. 

Sangyeon terlalu sibuk dengan luka dan rasa irinya sendiri sampai merasa dirinya adalah satu-satunya orang yang tersakiti. Padahal tanpa sadar, dia juga terus melukai Eunjung.

potongan scene dalam You and Everything Else

Bagian yang paling bikin aku nyesek dari Sangyeon adalah konflik mereka tentang posisi sebagai penulis drama.

Di situ Sangyeon rasanya benar-benar egois dan kejam. Segampang itu rasanya dia mengeluarkan kata-kata dan pingin Eunjung ikut menderita karena merasa Eunjung memiliki semua hal yang nggak pernah dia punya.

Mulai dari Sanghak sampai karir, semuanya seperti dijadikan ajang pelampiasan emosinya.

Dan cara Sangyeon meluapkan emosinya ke Eunjung di bagian itu jujur menyakitkan banget buat ditonton. Kata-katanya terasa sangat nyelekit sampai aku ngerasa, “kok dia sejahat itu ngomong kayak gitu ke Eunjung?”

Padahal selama ini Eunjung selalu menjadi orang yang mencoba bertahan untuk hubungan mereka.

Ending yang Bikin Nangis Sesenggukan

Aku benar-benar nggak kuat sama endingnya. Waktu Sangyeon akhirnya memutuskan untuk meninggal dalam damai karena penyakit kangker, perasaanku jadi campur aduk banget. Sedih, marah, kosong, semuanya jadi satu.

Dan yang paling menyakitkan buatku justru gimana Eunjung tetap peduli sampai akhir. Padahal sepanjang drama terasa banget kalau dia juga capek, terluka, bahkan mungkin sudah berusaha keras buat membenci Sangyeon.

Tapi seperti yang Sangyeon tahu sejak awal, Eunjung memang nggak akan pernah benar-benar bisa membencinya.

Dan itu sakit banget.

Kesimpulan

Menurutku, You and Everything Else bukan drama yang sekadar menjual romance atau plot twist. Kekuatan terbesarnya justru ada di hubungan antarmanusianya yang rumit, emosional, dan terasa real banget.

potongan scene dalam You and Everything Else


Drama ini seolah memberi tahu bagaimana seseorang bisa menjadi orang yang paling kita sayangi sekaligus orang yang paling melukai kita.

Dan mungkin itu yang bikin dramanya terasa begitu membekas.

Rating Pribadi: 10/10

Jujur, aku nggak heran kenapa drama ini akhirnya memenangkan best drama award di Baeksang. Karena setelah selesai menonton keseluruhan dramanya, aku benar-benar dibuat bengong dan membatin "apa yang baru aja aku tonton ini?" in a good way. Terus selanjutnya aku bakal kepikiran terus wkwk



Review Drama You and Everything Else: Pemenang Best Drama Baeksang Yang Bikin Emosi Terkuras Review Drama You and Everything Else: Pemenang Best Drama Baeksang Yang Bikin Emosi Terkuras Reviewed by Puspita Murdani on Mei 09, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar

About